-->

Penjelasan Lengkap Seputar Tanda-tanda Kehamilan (Tanda Awal dan Tanda Pasti Hamil)

Tanda Tanda Kehamilan

Tanda dan Gejala Awal Kehamilan - Kehamilan dimulai dari terjadinya ovulasi (pembuahan) sampai terjadinya kelahiran janin yang kira – kira memakan waktu sekitar 280 hari (40 minggu). Adapula yang dilahirkan lebih dari 40 minggu dan itu masih tergolong normal. Akan tetapi, jika janin dalam 43 minggu belum juga lahir, maka hal ini perlu diwaspadai. Janin yang tidak kunjung lahir melebihi 43 minggu tergolong ke dalam abnormal atau patologi. Janin yang dalam 43 minggu belum dilahirkan disebut kehamilan post partum.

Kehamilan dapat dibagi menjadi 3 bagian sesuai dengan usia kehamilannya, antara lain :
  1. Kehamilan pada Trimester I, yaitu terjadi pada 3 bulan pertama (0 sampai 12 minggu)
  2. Kehamilan pada Trimester II, yaitu 4 hingga 6 bulan kehamilan (12 sampai 28 minggu)
  3. Kehamilan pada Trimester III, yaitu kehamilan trimester terakhir yang terjadi sekitar 7 hingga terjadinya kelahiran janin.

Pada Trimester I alat – alat janin mulai dibentuk. Kemudian disusul dengan Trimester ke II, dalam trimester ke II ini alat – alat sudah terbentuk tetapi belum sempurna. Pada Trimester terakhir atau Trimester III ini kondisi janin sudah dikatakan matur (dapat hidup) sehingga bayi dapat lahir dalam kondisi matur.

Ada beberapa tanda dan gejala  awal yang dialami oleh wanita hamil, anatara lain :

1. Amenore
adalah kondisi dimana seorang wanita tidak dapat haid. Hampir semua wanita hamil mengalami kondisi seperti ini. Sehingga menjadi sangat penting mengetahui kapan tanggal terakhir kali haid. Hal ini bertujuan untuk menentukan usia kehamilan dan memperkirakan kapan waktu melahirkan

2. Nausea dan Emesis, 
Nausea adalah perasaan dimana seorang wanita hamil mempunyai perasaan yang eneg, sedangkan emesis adalah mual muntah yang terjadi pada wanita hamil. Pada umumnya perasaan enek yang disertai muntah ini biasanya terjadi pada pagi hari. Keadaaan ini normal dialami oleh wanita hamil karena adanya pengaruh hormon, mual muntah dipagi hari ini sering disebut dengan morning sicknes. Tetapi jika mual muntah yang terjadi melampaui batas normal dan terjadi secara berlebihan maka kondisi ini disebut hiperemesis gravidarum.

3. Ngidam
Ngidam adalah perasaan yang menginginkan makanan atau minuman tertentu. Hal ini biasanya terjadi pada bulan – bulan pertama kehamilan, dan perasaan ini akan menghilang dengan sendirinya.

4. Pingsan. 
Keadaan ini sering dijumpai pada awal – awal kehamilan, dan biasaya terjadi pada tempat yang ramai. Pingsan ini mungkin terjadi karena adanya perubahan sistem sirkulasi oksigen dalam tubuh. Tetapi hal ini akan menghilang sesudah kehamilan berusia 16 minggu keatas.

5. Penegangan dan pembesaran pada Mammae (payudara). 
Hal ini terjadi karena adanya pengaruh hormon estrogen dan progesteron yang dapat merangsang duktuli dan alveoli pada mammae untuk persiapan laktasi setelah janin lahir.

6. Anoreksia, 
Anoreksia adalah kondisi dimana seorang wanita hamil mengalami kehilangan nafsu makan. Anoreksia terjadi pada awal kehamilan, dan akan menghilang dengan bertambahnya usia kandungan.

7. Sering kencing. 
Keadaan ini terjadi karena kandung kemih pada rongga panggul tertekan oleh uterus yang semakin membesar yang masih berada pada rongga panggul. Keadaan ini akan menghilang ketika uterus keluar dari rongga panggul yaitu ketika usia kehamilan memasuki Trimester II. Tetapi keadaan sering kencing ini akan timbul lagi ketika usia kandungan memasuki Trimester akhir karena kepala janin masuk dalam rongga panggul sehingga kandung kencing tertekan oleh kepala janin.

8. Konstipasi, atau sembelit. 
Terjadi karena tonus – tonus otot menurun yang disebabkan karena pengaruh hormon steroid.

9. Pigmentasi pada kulit.  
Terjadi pada kehamilan 12 minggu keatas. Biasanya terjadi pada daerah dahi, pipi, hidung, areolla mammae, leher dan terdapat linea nigra pada perut. Terkadang tampak deposit pigmentasi yang berlebihan yang disebut dengan kkloasma gravidarum.
  • Terdapat tanda hegar
  • Tanda chadwick
  • Tanda piscaseck, yaitu bertambah besarnya uterus hingga menonjol jelas.
  • Tanda braxton-hicks, yaitu ketika uterus dirangsang akan mengalami kontraksi.
  • Suhu basal, terjadi setelah ovulasi. Suhu meningkat antara 37,2˚C – 37,8˚C.
  • Adanya Human Chorionic Gonadotropin (HCG). HCG dapat ditemukan pada air kencing wanita hamil. Sehingga ketika air kencing wanita hamil di tes menggunakan alat tes kehamilan maka hasil nya akan positif.
Di atas merupakan tanda dan gejala awal kehamilan seseorang. Tanda-tanda hamil di atas belum bisa digunakan sebagai patokan dalam menentukan kehamilan seseorang. Namun, pada umumnya, seorang wanita hamil akan mengalami gejala-gejala seperti di atas.

Tanda Pasti Kehamilan

Bagi tenaga kesehatan perlu mengetahui apa saja yang termasuk tanda – tanda dalam kehamilan. Tetapi tanda – tanda kehamilan belum tentu mengarah ke tanda pasti terjadinya kehanilan. Bisa saja tanda kehamilan bisa hilang ketika wanita tersebut mengalami molahidatidosa atau yang biasa disebut dengan hamil anggur. Untuk itu para tenaga kesehatan harus paham mengenai tanda pasti kehamilan, misalnya gerakan janin dan adanya denyut jantung janin.

Biasanya, untuk mengetahui apakah terjadi kehamilan atau tidak dapat dirasakan oleh ibu hamil dengan adanya gerakan janin. Gerakan janin pada primigravida dapat dirasakan pada kehamilan 18 minggu, sedangkan pada multigravida dapat dirasakn pada usia kehamilan 16 minggu karena ada pengalaman dari kehamilan sebelumnya.
Gerakan janin terkadang dapat diraba secara obyektif oleh pemeriksa pada usia kehamilan 20 minggu, dan biasanya teraba ballotement. Bila dilakukan pemeriksaan dengan sinar rontgen kerangka fetus mulai dapat dilihat. Dan jika menggunakan alat fetal electro cardiografi atau doppler denyut jantung janin dapat terdengar pada usia kehamilan 12 minggu. Tetapi jika menggunakan stetoskop laennec denyut jantung janin dapat didengar pada usia kehamilan 18 hingga 20 minggu.
Dalam Trimester akhir gerakan – gerakan janin lebih mudah dan sering dirasakan oleh ibu. Denyut jantung janin juga lebih mudah didengar. Selain itu jika dilakukan pemeriksaan leopold, bagian – bagian dari janin seperti kepala, bokong dan ekstermitas dapat diraba dengan jelas. Pada primigravida kepala janin akan turun ketika usia kehamilan 36 minggu, sedangkan pada multigravida kepala janin akan mulai turun ketika usia kehamilan kurang lebih 38 minggu , dan kadang terjadi penurunan ketika permulaan terjadinya partus.

Setelah diuraikan, dapat disimpulkan bahwa diagnosis pasti dari kehamilan antara lain :
  1. Adanya denyut jantung janin
  2. Adanya gerakan – gerakan janin
  3. Bagian – bagian janin dapat diraba
  4. Jika dilakukan USG tampak kerangka janin dan kantong janin. 
Dalam USG ini, juga dapat mengetahui usia kehamilan, pertumbuhan janin. Selin itu USG juga dapat untuk mengetahui apakah seorang wanita mengalami kehamilan mola hidatidosa atau hamil anggur.
 
Berikut ini adalah beberapa tanda-tanda pasti kehamilan yang dapat dirasakan
 
1. Tidak menstruasi
Tidak menstruasi atau telat menstruasi selama berbulan-bulan bisa saja menjadi tanda hamil bagi seorang wanita. Namun, telat haid selama berbulan-bulan bisa juga disebabkan karena adanya gangguan haid. Akan tetapi, bila tidak ada riwayat penyakit, telat haid selama sebulan atau bahkan lebih dan disertai dengan perut bertambah besar, itu merupakan tanda bahwa Anda sedang haid. 
 

2. Terasa sakit pada bagian puting susu 
Puting susu akan terasa sakit ketika kehamilan sudah memasuki usia 2 sampai 3 minggu. Kondisi semacam ini hanya terjadi pada bagian puting saja, dan tidak terjadi pada seluruh bagian payudara. 
 
Rasa sakit yang menjadi penanda suatu kehamilan lebih mengarah pada rasa nyeri, perih dan terasa lebih sensitif.

Hal semacam ini disebabkan karena adanya siklus dalam tubuh ketika terjadi ovulasi dimana sel telur sudah bertemu dengan sel sperma yang menyebabkan terjadinya kehamilan. Jadi ada baiknya bila mengalami kondisi semacam ini selalu menggunakan pakaian yang nyaman dan menyerap keringat.
 
Selain itu, adapula tanda – tanda deferensial diagnosis dalam kehamilan atau tanda tidak terjadinya kehamilan tetapi pasien mengeluhkan terjadi kehamilan, antar lain :
1. Pseudosiesis, yaitu terdapat amenore, perut membesar, tetapi tanda – tanda kehamilan dan reaksi kehamilan negatif. Wanita ini biasanya mengaku megalami kehamilan tetapi sebenarnya secara ilmu kedokteran wanita ini tidak hamil. Hal ini biasa terjadi pada wanita yang ingin hamil.
2. Kista ovarii. Terkadang terjadi amenorea, perut penderita semakin besar tetapi uterus tidak membesar.
3. Mioma uteri. Amenorea, perut semakin membesar, uterus juga mengalami pembesaran dan terkadang tidak merata. Akan tetapi tanda – tanda kehamilan dan reaksi kehamilan negatif.
4. Vesika urina dengan retensio urine. Uterus membesar tetapi tanda – tanda dan reaksi kehamilan negatif.
5. Menopause. Ada pula menopause dini yaitu menopause sebelum usia 43  tahun. Tandanya amenorea tetapi tidak ada pembesaran uterus da tanda – tanda kehamilan dan reaksi kehamilan negatif.
Powered by Blogger.